Salah satu upacara tradisional adalah upacara "TABUT" yang sekarang
populer dengan nama “TABOT” yaitu suatu perayaan tradisional yang
dilaksanakan dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 Muharram setiap
tahunnya, untuk memperingati gugurnya Hasan dan Husen cucu Nabi Muhammad
SAW oleh keluarga Yalid dari kaum Syiah, dalam peperangan di Karbala
pada tahun 61 Hijriah. Pada perayaan TABOT tersebut dilaksanakan
berbagai pameran serta lomba ikan – ikan, telong – telong, serta
kesenian lainnya yang diikuti oleh kelompok – kelompok kesenian yang ada
di Provinsi Bengkulu, sehingga menjadikan ajang hiburan rakyat dan
menjadi salah satu kalender wisatawan tahunan. Terdapat empat bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Bengkulu,
yakni: Bahasa Melayu, Bahasa Rejang, Bahasa Pekal, Bahasa Lembak.
Penduduk Provinsi Bengkulu berasal dari tiga rumpun suku besar terdiri
dari Suku Rejang, Suku Serawai, Suku Melayu. Sedangkan lagu daerah yaitu
Lalan Balek.
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Rabu, 08 Oktober 2014
Budaya daerah Bengkulu
Adat dan istiadat yang cukup akrab dengan masyarakat Bengkulu, di
antaranya: Kain Bersurek, merupakan kain bertuliskan huruf Arab gundul.
Kepercayaan masyarakat di Provinsi Bengkulu umumnya atau sebesar 95%
lebih menganut agama Islam. Upacara adat juga banyak dilakukan
masyarakat di Provinsi Bengkulu seperti, sunat rasul, upacara adat
perkawinan, upacara mencukur rambut anak yang baru lahir.
Salah satu upacara tradisional adalah upacara "TABUT" yang sekarang
populer dengan nama “TABOT” yaitu suatu perayaan tradisional yang
dilaksanakan dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 Muharram setiap
tahunnya, untuk memperingati gugurnya Hasan dan Husen cucu Nabi Muhammad
SAW oleh keluarga Yalid dari kaum Syiah, dalam peperangan di Karbala
pada tahun 61 Hijriah. Pada perayaan TABOT tersebut dilaksanakan
berbagai pameran serta lomba ikan – ikan, telong – telong, serta
kesenian lainnya yang diikuti oleh kelompok – kelompok kesenian yang ada
di Provinsi Bengkulu, sehingga menjadikan ajang hiburan rakyat dan
menjadi salah satu kalender wisatawan tahunan. Terdapat empat bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Bengkulu,
yakni: Bahasa Melayu, Bahasa Rejang, Bahasa Pekal, Bahasa Lembak.
Penduduk Provinsi Bengkulu berasal dari tiga rumpun suku besar terdiri
dari Suku Rejang, Suku Serawai, Suku Melayu. Sedangkan lagu daerah yaitu
Lalan Balek.
Salah satu upacara tradisional adalah upacara "TABUT" yang sekarang
populer dengan nama “TABOT” yaitu suatu perayaan tradisional yang
dilaksanakan dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 Muharram setiap
tahunnya, untuk memperingati gugurnya Hasan dan Husen cucu Nabi Muhammad
SAW oleh keluarga Yalid dari kaum Syiah, dalam peperangan di Karbala
pada tahun 61 Hijriah. Pada perayaan TABOT tersebut dilaksanakan
berbagai pameran serta lomba ikan – ikan, telong – telong, serta
kesenian lainnya yang diikuti oleh kelompok – kelompok kesenian yang ada
di Provinsi Bengkulu, sehingga menjadikan ajang hiburan rakyat dan
menjadi salah satu kalender wisatawan tahunan. Terdapat empat bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Bengkulu,
yakni: Bahasa Melayu, Bahasa Rejang, Bahasa Pekal, Bahasa Lembak.
Penduduk Provinsi Bengkulu berasal dari tiga rumpun suku besar terdiri
dari Suku Rejang, Suku Serawai, Suku Melayu. Sedangkan lagu daerah yaitu
Lalan Balek.
Langganan:
Postingan (Atom)
